Kamis, 23 Juni 2016

Pantun Anak Anak Sebagai Media Pembelajaran

Pantun adalah karya sastra tradisional yang termasuk puisi lama dan mempunyai banyak jenis seperti pantun anak anak, pantun agama, pantun budi, pantun nasehat, pantun jenaka, dan masih banyak jenis lainnya. Saat ini sudah bukan menjadi rahasia jika orang zaman dahulu sering memberi pengajaran pada anaknya melalui pantun. Ini dikarenakan anak-anak belum memahami kata-kata yang sulit sehingga digunakanlah pantun agar kata-kata yang digunakan lebih sederhana agar anak-anak lebih mudah memahaminya. 

Lagipula, kata-kata pantun yang terdengar menarik bahkan terkadang terdengar lucu akan lebih efektif untuk menarik perhatian anak-anak agar mau mendengarkan ucapan orang tua mereka sehingga pantun semacam ini sangat popular bahkan masih digunakan sampai saat ini terutama bagi orang tua yang mempunyai putra atau putri yang cukup sulit untuk diatur.

Aturan yang digunakan dalam pantun anak anak memang tidak berbeda dari pantun jenis lainnya. Perbedaannya mungkin hanya bahasa atau kata-kata dalam pantun menggunakan kata-kata yang lebih sederhana sehingga anak-anak bisa memahaminya dengan mudah. Hal tersebut membuat pantun menjadi media yang sangat tepat untuk menjadi media pembelajaran bagi anak-anak. Ini tentunya bisa menjadi alternatif bagi orang tua yang ingin menasehati buah hatinya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. 

Dengan memberi nasehat pada anak-anak melalui pantun, orang tua tidak akan membuat anak-anaknya merasa takut atau malas mendengarkan. Selain itu, nasehat yang dituangkan melalui pantun biasanya lebih mengena pada anak-anak sehingga mereka akan terus mengingat nasehat tersebut hingga mereka dewasa nanti. Berikut adalah contoh pantun anak anak yang bisa para orang tua coba gunakan untuk menasehati putra atau putrinya yang masih kecil:

Pantun Anak Anak Sebagai Media Pembelajaran
Tiup seruling si anak gembala
Berjalan pelan buntut bergoyang
Ingat pulang hari dah senja
Takut ibu hatinya bimbang
Contoh bait pantun tersebut sangat cocok untuk diucapkan atau dikatakan pada anak-anak yang suka bermain hingga larut sehingga sering pulang terlambat. Mengungkapkan bahwa ibu akan merasa cemas lebih baik seperti yang ditunjukkan dalam kalimat “takut ibu hatinya bimbang” daripada jika sang ibu marah-marah pada anaknya yang nantinya membuat anak semakin malas pulang.
Malam buat api unggun
Biar hilang penat lelah
Kalau pagi cepat bangun
Agar tidak terlambat sekolah
Pantun di atas sangat tepat ditujukan pada anak-anak yang sering bangun terlambat. Anak-anak memang sering susah bangun pagi, namun jika sang ibu memarahi mereka hal tersebut tidak akan mengubah keadaan. Oleh sebab itu, menasehati mereka agar bangun pagi melalui pantun menjadi solusi terbaik.
Banyak bekerja sedikit angan
Pikiran terbang seperti lalat
Jajan jangan sembarangan
Cari yang bergizi juga sehat
Pantun tersebut berisi nasehat agar anak-anak tidak jajan makanan secara sembarangan yang bisa membuat mereka sakit. Mereka sebaiknya jajan makanan yang bergizi juga menyehatkan saat mereka di seolah maupun main di luar rumah.


Beberapa contoh pantun di atas sangat tepat untuk dijadikan ide untuk menasehati anak-anak seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Orang tua yang baik harus memahami bahwa anak-anak tidak menyukai nasehat yang ditunjukkan dengan emosi apalagi marah-marah. Nasehat yang diucapkan dengan lemah lembut serta tutur kata yang halus bahkan diselingi humor bisa lebih diterima anak-anak. Oleh karena itu, untuk orang tua yang ingin memberi suatu nasehat pada anaknya maka bisa menjadikan pantun anak anak sebagai alternatif untuk menyampaikan nasehat tersebut.

Pantun Anak Anak Sebagai Media Pembelajaran Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina