Sabtu, 11 Juni 2016

Kata Kata Pantun dan Contoh Pantun

Setiap orang pasti tahu tentang pantun karena kata kata pantun berisi nasehat ataupun hiburan yang juga bermakna penting bagi kehidupan manusia. Seperti yang sudah diketahui masyarakat luas bahwa pantun adalah salah satu jenis karya sastra tradisional atau sering juga disebut sebagai puisi lama yang telah dikenal sejak zaman nenek moyang. Asal muasal kata pantun adalah patuntun yang merupakan sebuah kata dalam bahasa minangkabau yang mempunyai arti petuntun. Sebenarnya pantun tidak hanya dikenal dari masyarakat minangkabau saja tetapi juga dikenal di daerah lain namun dengan nama yang berbeda. 

Dalam bahasa jawa pantun disebut sebagai parikan sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal dengan sebutan paparikan. Masyarakat Indonesia di daerah lain juga mempunyai sebutan tersendiri untuk pantun. Pantun yang dulu umum ditemui adalah pantun yang terdiri dari empat baris. Aturan pantun zaman dulu menyebutkan bahwa setiap baris pantun terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. Pola yang biasanya digunakan untuk sajak bagian akhir kata kata pantun adalah a-b-a-b dan a-a-a-a. Pada zaman dahulu pantun sebenarnya umumnya disampaikan dengan lisan, namun saat ini pantun juga dapat dijumpai dalam bentuk tertulis.

Kata Kata Pantun dan Contoh Pantun

Pantun biasanya tidak mempunyai nama penulis karena seperti yang disebutkan diatas bahwa pantun dulunya disampaikan secara lisan sehingga hal tersebut menjadi ciri-ciri sebuah pantun. Pantun terdiri dari dua bagian yaitu sampiran dan isi. Hal yang dimaksud dengan sampiran adalah dua baris pertama dari sebuah pantun yang diungkapkan dengan kata-kata yang berkaitan dengan adat, budaya, atau keadaan alam dimana pantuun tersebut dibuat yang memiliki maksud yang berbeda dengan dua baris berikutnya. 

Kata kata pantun pada dua baris terakhir adalah isi dari pantun tersebut yang biasanya menyampaikan suatu pesan atau maksud dari si pembuat pantun dengan menyamakan rima dan sajak dari baris sebelumnya. Jadi bila diibaratkan baris perama hanya merupakan selingan sedangkan isi atau maksud sebenarnya dibuat pantun tersebut ada pada baris terakhir. Dibawah ini adalah beberapa contoh pantun yang memiliki ketentuan yang disebutkan sebelumnya:
"Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian"
Baris pertama dan ke dua dari pantun di atas hanya menunjukkan tentang selingan mengenai keadaan alam. Baris ke tiga dan ke empat menjelaskan tentang nasehat kepada seseorang agar mau menuntut ilmu ditunjukkan dengan kalimat “cari guru tempat belajar” sehingga orang tersebut mempunyai kehidupan yang lebih baik ditunjukkan dengan kalimat “supaya jangan sesal kemudian”.
"Kemuning ditengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri"
Baris pertama dan ke dua dari pantun di atas hanya menunjukkan tentang keadaan alam. Baris ke tiga dan ke empat menjelaskan suatu nasehat tentang perbuatan sia-sia jika orang pandai mempermasalahkan suatu hal dengan orang yang bodoh sehingga diibaratkan dengan alu yang mencungkil duri.


Pantun memang sangat tepat jika dijadikan suatu media pembelajaran tanpa menggurui. Seperti yang bisa diambil dari beberapa contoh pantun di atas. Jika dilihat dari contoh dua pantun di atas baris pertama serta baris ke dua hanya menyatakan tentang keadaan atau peristiwa alam yang biasa terjadi. Sedangkan kata kata pantun pada baris ke tiga dan ke empat menunjukkan nasehat yang bisa dipetik oleh seseorang untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik.

Kata Kata Pantun dan Contoh Pantun Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina